Rabu, 04 Januari 2012

Belajar PHP,Cara Membuat website,Belajar HTML,MySQL

Belajar PHP, belajar HTML, cara membuat Website, belajar MySQL & belajar komputer khusus pemula, gratis, mudah & lengkap dengan tutorial PHP, tutorial HTML, MySQL, cara membuat website dan komputer online khas Prothelord yang mudah dimengerti dari dasar hingga lanjut, plus tips-tips belajar bahasa Inggris dan artikel-artikel ringan menarik lainnya bisa kamu dapat di sini.

Prothelord
Nama saya Prothelord, dan siap untuk menjadi partner anda untuk belajar PHP, cara membuat website, MySQL, Web Desain dan bahasa secara online.

Jika kamu baru mulai belajar cara membuat website, silahkan pelajari tutorial yang ada di sini dimulai dengan belajar HTML lalu belajar PHP dan terakhir belajar MySQL, sebagai tambahan kamu juga bisa belajar komputer, belajar jaringan komputer dan bahkan bisnis internet di sini (kamu bisa langsung klik pada kata-kata yang saya garis bawahi dalam kalimat ini untuk menuju ke tutorial yang bersangkutan). Atau kamu pengen berkontribusi buat prothelon.com dan bantuin orang lain belajar? Caranya gampang. Pasang link ke prothelon.com dengan judul “Belajar PHP, HTML, MySQL, cara membuat website, VB, Komputer dan Bahasa” biar makin banyak orang yang bisa belajar dari situs ini melalui web site atau blog kamu. Ndak punya web site/blog? Gunakan milis atau e-mail. Gampang kan?

Copy paste aja kode di bawah ini ke web site, blog atau email kamu:

Belajar PHP, cara membuat website, HTML, MySQL, VB, Komputer dan Bahasa

Kalau kamu ingin memberikan masukan maupun menginginkan tutorial sebagai bahan untuk belajar PHP (maksudnya belajar script PHP) atau MySQL dengan topik tertentu, kamu bisa mengirimkan via e-mail. Silahkan daftar (jangan kuatir daftar ndak mbayar) untuk memperoleh informasi terbaru dari kami. Bagi yang ingin menyumbang tulisan plz welcome.

Situs ini di update setiap minggu, silahkan kembali lagi untuk melihat artikel baru. Jika anda mencari tempat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai cara membuat website, desain situs web, belajar PHP (script PHP), MySQL dan belajar bahasa secara online, anda berada pada tempat yang tepat karena situs ini didedikasikan untuk anda. Jika anda tertarik untuk belajar PHP (script PHP), MySQL dengan mudah, silahkan klik menu tutorial di samping kiri. Jika anda belum menemukan tutorial yang anda inginkan atau sekedar mau diskusi, silahkan gunakan Forum Diskusi atau kontak kami via e-mail untuk request tutorial keinginan anda pada kami.

About Blogger - Pertanyaan Umum

About Blogger - Pertanyaan Umum

Selasa, 03 Januari 2012

PENGENDALIAN INTERNAL DAN SIA

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah

Perkembangan cara penyampaian informasi yang dikenal dengan istilah teknologi informasi atau Information Technology (IT) ini bisa dikatakan telah merasuki ke segala bidang kehidupan. Dengan dukungan IT membuat organisasi ataupun individu dalam kancah dunia bisnis merasa memiliki keunggulan kompetitif. Menyadari kenyataan tersebut, PT Transavia Otomasi Pratama (TOP) merasa perlu berkomitmen untuk memperbaiki sistem informasi yang ada menuju sistem informasi yang dapat meningkatkan daya saing dan dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam proses bisnis. Sebagai langkah nyata dari komitmen tersebut maka manajemen memutuskan untuk berinvestasi pada aplikasi Navision Bussiness Solution yang merupakan paket dari ERP (Enterprise Resource Planning).
Perhatian selanjutnya adalah bahwa perlu adanya sistem pengendalian intern yang memadai dalam lingkup aplikasi Navision. Aspek pengendalian ini merupakan aspek yang strategis dalam suatu sistem informasi. Oleh karena itu ditengah implementasi sebuah sistem yang baru maka sangat diperlukan untuk melaksanakan analisis dan evaluasi mengenai pengendalian intern. Dengan adanya analisis dan evaluasi pengendalian intern ini maka akan dapat diharapkan bahwa informasi yang akan dihasilkan adalah informasi yang berkualitas.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan evaluasi terhadap implementasi sistem aplikasi Navision yang baru diimplementasikan, terutama sekali dilihat dari sistem pengendalian intern persfektif teknis. Dengan serangkaian analisis dan evaluasi, penelitian ini diharapkan akan menjadi sebuah gambaran mengenai kelayakan mengenai keberlanjutan sistem aplikasi Navision di PT Transavia Otomasi Pratama

TINJAUAN PUSTAKA
Pengendalian khusus atau pengendalian aplikasi (application controls)
ialah kontrol internal komputer yang berlaku khusus untuk aplikasi komputerisasi
tertentu pada suatu organisasi (Gundodinyoto, 2007, hal 371). Pengendalian
aplikasi sering disebut pengendalian perspektif teknis atau dapat didefinisikan
sebagai pengendalian yang langsung terkait dengan transaksi pada suatu aplikasi
tertentu. Pada dasarnya pengendalian aplikasi terdiri dari pengendalian masukan
(input control), pengendalian proses (process control), dan pengendalian keluaran
(output control). Beberapa text-book menyebutkan juga tentang pengendalian
database (database control), pengendalian komunikasi (communication control),
dan boundary control (aspek ini terutama diperkenalkan oleh Weber).


Boundary Controls
Yang dimaksud boundary adalah interface antara para pengguna (users) dengan sistem berbasis teknologi informasi. Tujuan utama boundary controls adalah antara lain : (a) untuk mengenal identitas dan otentik (authentic)/tidaknya user sistem, artinya suatu sistem yang didesain dengan baik seharusnya dapat mengidentifikasi dengan tepat siapa user tersebut, dan apakah identitas yang dipakainya otentik; (b) untuk menjaga agar sumberdaya sistem informasi digunakan oleh user dengan cara yang ditetapkan. Sebagai contoh, jika mahasiswa menghidupkan mesin pada ruang praktek komputer di kampus, lazimnya pertama
kali komputer minta nomor identitas mesin dan password pemakai. Kedua hal tersebut dapat disebut sebagai salah satu contoh boundary controls.

Pengendalian Input
Input merupakan salah satu tahap dalam sistem komputerisasi yang paling krusial dan mengandung risiko Pengendalian masukan (input control) dirancang dengan tujuan untuk mendapat keyakinan bahwa data transaksi input adalah valid, lengkap, serta bebas dari kesalahan dan penyalahgunaan. Input controls ini merupakan pengendalian aplikasi yang penting, karenainput yang salah akan menyebabkan output juga keliru. Jika yang masuk sampah, sampah pula yang keluar (GIGO)

Pengendalian Proses
Pengendalian proses (processing controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai data (khususnya data yang sesungguhnya sudah di valid) menjadi error karena adannya kesalahan proses. Tujuan pengendalian pengolahan adalah untuk mecegah agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan selama proses pengolahan data.
Pengendalian proses merupakan bentuk pengendalian yang diterapkan
setelah data berada pada sistem aplikasi komputer. Menurut IAI (SA341,Par.08) pengendalian ini didesain untuk memberi keyakinan yang mamadai bahwa: (a) transaksi, termasuk transaksi yang dipicu melalui sistem, diolah semestinya oleh komputer, (b) transaksi tidak hilang, ditambah, digandakan, atau diubah tidak semestinya, dan (c) kekeliruan pengolahan dapat diidentifikasi dan dikoreksi secara tepat waktu.

Pengendalian Hasil Keluaran
Pengendalian keluaran merupakan pengendalian yang dilakukan umtuk menjaga output sistem agar akurat lengkap, dan digunakan sebagaimana mestinya. Pengendalian keluaran (output controls) ini didesain agar output/informasi disajikan secara akurat, lengkap, mutakhir, dan didistribusikan kepada orangorang yang berhak secara cepat waktu dan tepat waktu.
Metode pengendalian bersifat preventive objective misalnya ialah perlunya disediakan tabel/matriks pelaporan : jenis laporan, periode pelaporan, dan siapa pengguna, serta check-listkonfirmasi tanda terima oleh penggunanya, prosedur permintaan laporan rutin/on-demand, atau permintaan laporan baru. Pengendalian bersifat detencion objective misalnya ialah cek antar program pelaporan, perlunya dibuat nilai-nilai subtotal dan grand-total yang dapat diperbandingkan untuk mengevaluasi keakurasian laporan, judul dan kolom-kolom laporan perlu didesain dengan sungguh-sungguh. Pengendalain intern yang bersifat corrective objectivemisalnya ialah prosedur prosedur klaim ketidakpuasaan pelayanan, tersedianya
help-desk dan contack person, persetujuaan dengan users mengenai service level
yang disepakati.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini secara langsung akan diarahkan pada evaluasi sistem aplikasi melalui sebuah tipe audit sistem aplikasi. Yang dimaksud sistem aplikasi di sini adalah Navision Bussiness Solution, yang telah diimplementasikan dalam objek penelitian. Sedangkan tipe audit yang digunakan adalah postimplementation audit. Tipe audit seperti ini diharapkan akan membantu organisasi untuk mempelajari aplikasi sistem yang sedang dijalankan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengendalian Aplikasi Navision
Boundary Controls
 Ruang Lingkup Sistem
 Pemilik Aplikasi
Secara organisasi perusahaan maka seharusnya yang berperan sebagai pemilik aplikasi adalah general manager. Tetapi berdasarkan keadaan sekarang maka peran pemilik aplikasi berada di bawah manajer finance & accounting. Seperti keterangan sebelumnya, keadaan ini berdasarkan implementasi yang baru dijalankan oleh departemen finance & accounting.
 Administrator Aplikasi
Administrator aplikasi ini dilakukan oleh seorang senior accounting yang tidak terlibat dalam penggunaan aplikasi.
 Pengguna Aplikasi
Dari sejumlah 9 orang yang berada dalam departemen finance & accounting, aplikasi Navision terinstall pada 6 komputer user, masingmasing 1 pada manajer, 2 pada bagian penerimaan, 2 pada bagian pembayaran dan 1 pada bagian pajak dan penagihan.


 Authorization Control
Dalam hal verifikasi terhadap identitas dan otentisitas orang yang akan mengakses system maka implementasinya adalah melalui Access Controls dan Audit Trail.
Dalam teknik Access Control ini digunakan mekanisme password dalam masuk ke sistem, di mana masing-masing user yang telah diberikan wewenang untuk menggunakan aplikasi telah diberikan identitas dan password.

 Subsistem dan keterkaitannya
Memang disadari bahwa implementasi Navision belumlah optimal. Ini memang dapat dimaklumi bahwa belum adanya kesiapan oleh departemen lain. Oleh karena itu, implementasi Navision baru sebatas pada modul Financial Management.
Di dalam modul Financial Management ini terdapat beberapa sub modul, yaitu General Ledger, Receivable, Payable. Hanya saja walaupun sudah ada masing-masing kewenangan user tetapi belum adanya pembatasan kewenangan terhadap masuk ke dalam sub modul yang lain. Artinya setiap user dapat mengakses ke semua sub modul tanpa adanya pembatasan yang diberikan.

Input Controls
Sistem pengolahan transaksi yang diterapkan adalah On-line Real Time, dengan begitu pengendalian yang diperlukan adalah :
a. Pengendalian yang bersifat Prevention Objective
Cara yang sudah diterapkan adalah dengan mengirimkan user mengikuti pelatihan terhadap implementasi aplikasi. Hanya saja dalam kenyataannya belum ada sebuah pedoman tertulis atau manual book sebagai pedoman user.
b. Pengendalian Bersifat Detection Objective
Pengendalian yang bersifat detective objective ini dilakukan berbarengan pada saat validasi input. Apabila input yang dimasukkan belum terdapat saldo nol, artinya jumlah debet dan kredit belum sama, maka akan muncul kotak dialog yang menyatakan bahwa data belum dapat diproses.
c. Pengendalian Bersifat Correction Objective
 Bila terjadi kesalahan bersifat keying error (salah rekam, bukan dari dokumen sumber) maka akan ada proses reversal untuk yang tidak terkait dengan database customer dan vendor. Namun bila yang berkaitan dengan database customer dan vendor harus ada proses unapply terlebih dahulu sebelum dilakukan reversal.
 Bila terjadi kesalahan bersifat source error, artinya kesalahan dari dokumen input maka akan dimintakan konfirmasi terhadap dokumen sumber kepada pihak yang terkait..

Processing Controls
Pengendalian proses ini ditujukan agar dapat mendeteksi jangan sampai terjadi data yang error karena terjadi salah proses. Melihat kenyataannya bahwa Navision ini merupakan suatu program jadi maka yang menjadi aspek penekanan pada pengendalian proses ini bukan terletak pada review logika program, tetapi lebih diarahkan pada pengujian kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi selama proses pengolahan data. Adapun teknik-teknik yang digunakan dalam pengecekan kesalahan-kesalahan pengolahan data adalah :
a. Overflow Check
Ada kalanya terdapat kesalahan yang terjadi karena hasil perhitungan adalah terlalu besar atau terlalu kecil sehngga tidak mampu disimpan dalam memory computer. Untuk itu akan dicoba melakukan testing dengan memasukkan suatu akun dengan jumlah yang besar dan satu akun lagi dengan jumlah yang kecil. apabila kita melakukan penginputan dengan nilai yang terlalu besar ataupun terlalu kecil maka akan muncul peringatan dari sistem bahwasanya sistem aplikasi Navision hanya dapat menerima nilai dengan 15 digit saja sedangkan desimalnya tergantung dari settingan awal, biasanya 2 atau 3 digit saja.
b. Zero Balancing Check
Pengujian jenis ini dilakukan dengan melihat nilai selisih antara dua jumlah. Bila menghasilkan nilai 0 (nol) maka telah betul pengolahan datanya. Maksud nilai nol tersebut adalah bahwa sisi debit dan kredit adalah telah balance. Sehingga memang sesuai dengan ketentuan akuntansi. Bahwa sistem aplikasi Navision tidak dapat memproses apabila dari sisi debit dan kredit masih terdapat selisih. Ini berarti sesuai dengan prinsip akuntansi.
c. Teknik Lock out
Teknik ini sangat diperlukan sekali guna mencegah pemutakhiran data secara serentak oleh beberapa pemakai secara bersamaan (concurency). Sistem aplikasi Navision memiliki pengendalian Lock out yang dapat memastikan bahwasanya tidak ada pemrosesan ganda untuk suatu transaksi. Pengendalian ini sangat membantu sekali karena penggunaan aplikasi Navision oleh beberapa user.
d. Control Total Check
Pada tahap pengolahan data, control total check digunakan sebagai pendeteksi mengenai kelengkapan dan kebenaran proses pengolahan data. Untuk itu harus dapat dibandingkan dengan hasil cetak diprinter. Dengan melakukan beberapa cek terhadap beberapa laporan yang dihasilkan, maka hasil laporan adalah sesuai dengan format awal dan data yang diinput.

e. Matching check
Maksud pengendalian ini adalah memastikan bahwa input yang dientry harus matchdengan kode yang sama dalam master file. Pengendalian ini dapat mendeteksi kesalahan bila kode yang dimasukan adalah tidak terdapat dalam master file. Bahwa apabila kita salah dalam memasukan kode tipe akun maka akan muncul warning bahwasanya tipe akun yang dimasukan salah. Ini sangatmungkin terjadi ditengah banyaknya data yang harus diinput dan ada date linetertentu. Walaupun kesalahan ini dapat dihindari dengan mendropdown tombol
pilihan, tetapi itu tidak efektif dan membuang waktu.
f. Crossfooting Check
Pengujian crossfooting dilakukan dengan menjumlah nilai kesamping/bawah. Total nilai masing-masing sisi tersebut dicocokan dan harus sama. Pengecekan seperti ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwasanya laporan yang dihasilkan adalah benar dan relevan. Dengan melakukan hitungan manual maka bila kita ambil contoh untuk menghitung jumlah Amount dan hasilnya adalahtelah benar.

Output Controls
Pengendalian keluaran ini dilakukan untuk menjamin agar output/informasi yang disajikan adalah akurat, lengkap, mutakhir dan didistribusikan kepada orang-orang yang berhak. Untuk mencapai hal-hal tersebut maka digunakan beberapa metode yang cocok, diantaranya adalah :
a. Preventif dalam Output Controls
Metode preventif dalam output controls ini dilakukan dengan pembuatan matriks pelaporan.


b. Detection dalam Output Controls
Dalam pengendalian seperti ini diperlukan pengecekan antar program pelaporan. Misalnya saja untuk mengecek kebenaran nilai dari A/R maka kita harus mengecek pada nilai laporan detail agging customer dan summary agging customer serta mencocokannya dengan nilai A/R pada Neraca.
c. Corrective dalam Output Controls
Bila memang terjadi kecurigaan kesalahan dalam laporan maka melakukan Audit Trailadalah cara yang terbaik. Di samping itu, berdasarkan pengalaman maka perlu juga dilihat mengenai desain laporan yang ada. Terkadang hanya karena kurang lebar dalam format suatu angka maka menyebabkan kesalahan pada nilai yang seharusnya.





Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian
Matriks penilaian risiko merupakan sebuah metode analisis dengan menghitung aspek tingkat risiko (dampak) dan tingkat keterjadian risiko.Sedangkan pada matriks pengendalian merupakan metode analisis desain (rancangan) dan tingkat efektivitas pengendalian intern. Kedua matriks tersebut masing-masing dapat dinyatakan dengan nilai : L (low) diberi nilai -1, M (medium) diberi nilai 2, H (high) diberi nilai -3.
Sedangkan dalam penetapan tingkat efektivitas antara risiko dengan pengendalian dapat dinyatakan sebagai berikut :
 Jika jumlah penilaian risiko dan pengendalian 0 maka tingkat pengendalian dan risiko adalah standar. Artinya setiap risiko yang terjadi dapat ditanggulangi.
 Jika jumlah penilaian risiko dan pengendalian positif maka tingkat pengendalian dan risiko adalah baik. Tetapi perlu menjadi catatan tersendiri bahwa jika nilai pengendalian terlalu tinggi dibanding risiko maka kemungkinan akan terjadi kelebihan pengendalian yang menyebabkan terjadinya pemborosan dalam operasional.
 Jika jumlah penilaian risiko dan pengendalian negatif maka tingkat pengendalian dan risiko adalah buruk.
Dalam pembahasan kita sekarang, peran matriks penilaian risiko dan pengendalian bisa dikatakan sebagai kunci dari evaluasi pada penilaian pengendalian intern aplikasi. Dalam matriks penilaian risiko dan pengendalian juga akan dibahas secara rinci pada masing-masing kategori pengendalian aplikasi. Adapun secara detail mengenai matriks penilaian risiko dan
pengendalian yang nantinya akan dibuat adalah sebagai berikut :
1 Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian Manajemen Keamanan akan ditampilkan pada tabel 3.
2 Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian Batasan akan ditampilkan pada tabel 4.
3 Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian Masukan akan ditampilkan pada tabel 5.
4 Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian Proses akan ditampilkan pada tabel 6.
5 Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian Keluaran akan ditampilkan pada tabel 7.


1). Penilaian Risiko dan Pengendalian atas Pengendalian Manajemen Keamanan ( Security Management Controls )
Tabel 3. Matriks Penilaian Risiko dan Pengendalian Manajemen Keamanan



2). Penilaian Risiko dan Pengendalian atas Pengendalian Batasan (Boundary Controls)



3). Penilaian Risiko dan Pengendalian atas Pengendalian Masukan (Input Controls)


4). Penilaian Risiko dan Pengendalian atas Pengendalian Proses (Process Control)



5). Penilaian Risiko dan Pengendalian atas Pengendalian Keluaran (Output Controls)


Berdasarkan matriks risiko dan pengendalian di atas maka kita dapat
memberikan penilaian sebagai berikut :
1. Pada pengendalian manajemen keamanan memiliki nilai penilaian risiko dan
pengendalian 7 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik.
2. Pada pengendalian batasan memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian
0 maka tingkat pengendalian dan resiko adalah standar. Ini berarti setiap
risiko yang terjadi dapat ditanggulangi.
3. Pada pengendalian masukan memiliki nilai penilaian risiko dan
pengendalian 15 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik.
4. Pada pengendalian proses memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian
7 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik.
5. Pada pengendalian keluaran memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian
9 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik.

Secara keseluruhan kita dapat menilai bahwa pengendalian intern terhadap sistem akuntansi TOP adalah baik. Artinya pengendalian intern yang telah diterapkan selama ini adalah sudah cukup memadai. Walaupun demikian, tetapi dengan seiring waktu dan perubahan yang terjadi maka perlu adanya evaluasi periodik guna mengakomodasi keadaan dan risiko yang mungkin terjadi.














KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Setelah dilakukan analisis dan evaluasi terhadap pengendalian intern Navision maka kita dapat melihat bahwa pengendalian intern yang ada telah cukup memadai. Hasil pernyataan tersebut di dapat dari penilaian risiko dan pengendalian manajemen keamanan memiliki nilai 7 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik. Pada pengendalian batasan memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian 0 maka tingkat pengendalian dan risiko adalah standar. Ini berarti setiap risiko yang terjadi dapat ditanggulangi. Pada pengendalian masukan memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian 15 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik. Pada pengendalian proses memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian 7 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik. Dan pada pengendalian keluaran memiliki nilai penilaian risiko dan pengendalian 9 maka pengendalian yang diterapkan adalah baik.

Saran
Dengan berjalannya implementasi Navision ini maka keberadaan aspek teknis juga harus diperhatikan. Salah satu aspek yang strategis adalah aspek pengendalian intern dari sistem informasi, dalam hal ini adalah pengendalian intern dalam aplikasi sistem Navision. Perlu menjadi catatan tersendiri bahwa sesungguhnya aplikasi Navision ini memiliki potensi yang besar dalam membantu proses bisnis ke arah prosesbisnis yang lebih efektif dan efisien.












DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Berbagai Makalah Sistem Informasi : Konferensi Nasional Sistem
Informasi 2007 (KNSI 2007). Informatika. Bandung.
Boynton, William C., Raymond Johnson, Walter G. Kell. 2002. Modern Auditing.
Erlangga. Jakarta.
Firdaus, Doni Waluya. 2003. Peranan Audit Sitem Informasi Akuntansi Berbasis
Kompueter Dalam Penyajian Financial Report. Majalah Ilmiah Unikom.
http://jurnal.unikom.ac.id. Diakses tanggal 10 Juni 2009.
Gundodiyoto, Sanyoto. 2007. Audit Sistem Informasi + Pendekatan Cobit. Mitra
Wacana Media. Jakarta
Krismiaji. 2005. Sistem Informasi Akuntansi (Edisi Kedua). UPP AMP YKPN.
Yogyakarta.
Kusrini. 2004. Tinjauan Umum Mengenai Audit Sistem Informasi.
http://p3m.amikom.ac.id Diakses tanggal 20 Juli 2009.
Muchtar, A.M. 1999. Audit Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan
Praktek Aplikasi Bisnis (Edisi ke-1). Andi Offset. Yogyakarta
Purnowo , Edi. 2004. Aspek-Aspek EDP Audit Pengendalian Internal Pada
Komputerisasi. Andi Offset. Yogyakarta.
Sasongko, Budi. Pengendalian Intern dalam SIA Terkomputerisasi : General
Control. http://www.akuntan.org. Diakses tanggal 26 Mei 2009.
Soeparlin, Soetojo. 1996. Sistem Informasi Akuntansi. Gunadarma. Jakarta.
Supriyati. 2004. Peranan Teknologi Informasi Dalam Audit Sistem Informasi
Komputerisasi Akuntansi. Majalah Ilmiah Unikom, Vol. 6.
http://jurnal.unikom.ac.id/ed9/04-Supriyati.pdf. Diakses tanggal 18 Agustus
2009.
http://groups.yahoo.com/group/IASII/, Milis Ikatan Audit Sitem Informasi Indonesia,
diakses tanggal 26 September 2009.
http://theakuntan.com/, diakses tanggal 16 Agustus 2009.
http://www.iasii.or.id/, diakses tanggal 10 Oktober 2009.
http://sisteminformasi.wordpress.com/, diakses tanggal 14 September 2009.

Senin, 07 November 2011

SIKLUS PENGELUARAN

SIKLUS PENGELUARAN

Fungsi yang terkait dengan proses pembelian :

1.  Gudang/Bagian Lain

2.  Pembelian

3.  Penerimaan

4.  Hutang Dagang

5.  Kasir/Pembayaran

Gudang

Pembelian terjadi karena adanya permintaan barang/bahan dari suatu bagian atau gudang karena persediaan yang ada habis. Bagian manapun dalam suatu organisasi dapat melakukan permintaan pembelian dengan mengeluarkan Surat Permintaan Pembelian (Purchase Requisition/PR). Jika pesanan sudah datang dan sudah diperiksa oleh bag. Penerimaan, bag, Gudang akan menerima laporan penerimaan untuk disetujui, jika sudah disetujui maka laporan penerimaan barang tersebut akan diberikan ke bag. Pembelian.

Pembelian

Bagian pembelian yang menerima PR kemudian menerbitkan Purchase Order (PO) untuk dikirim ke pemasok terpilih. Selain dikirim ke pemasok, tembusannya dikirim ke bag. Penerimaan dan bag. Hutang Dagang.

Bagian Penerimaan

Bag. Penerimaan bertanggung jawab memeriksa kondisi barang yang diterima dan menyesuaikan antara Bill of Ladding yang terdapat pada barang yang dikirim dengan barang yang dipesan pada PO. Setelah diperiksa dan dibandingkan maka bag. Penerimaan harus membuat Laporan Penerimaan dan diberikan kepada bag. Gudang untuk meminta  persetujuannya.

Bagian Hutang Dagang

Bagian Hutang Dagang menerima nota penerimaan, PO, PR, dan Faktur untuk dibandingkan dan kemudian membuat voucher pengeluaran kas yang akan diberikan kepada bagian Kasir. Selain kegiatan diatas dia juga melakukan kegiatan pencatatan kedalam jurnal dan buku besar.

Bagian Kasir

Setelah menerima voucher yang dilampiri oleh 4 dokumen dari bag. Hutang Dagang, Bag. Kasir mengeluarkan cek untuk pembayaran hutang.

Aplikasi Pembelian Dalam Lingkungan PDE

1.  Pengumpulan data

Sama seperti siklus penjualan, semua data yang akan masuk ke dalam sistem harus di ubah menjadi machine readable form. Ada beberapa cara dalam mengumpulkan data, antara lain : semua dokumen PR dikumpulkan dan diberikan kepada seorang pegawai PDE untuk dientry atau tiap bagian mempunyai komputer on-line yang digunakan untuk mengisi PR secara on-line, atau yang lebih canggih, komputer dapat secara langsung membuat PR jika mendeteksi adanya kekurangan persediaan di Gudang.

Untuk bagian penerimaan juga diperlukan perubahan data, caranya adalah menempatkan unit komputer on-line di bag. Penerimaan. Jika barang datang, petugas hanya memasukkan no. PO kemudian mencocokkan dengan barang yang diterima dan membuat beberapa perubahan yang perlu.

Untuk bagian penagihan sama, cara yang paling efektif adalah petugas memasukkan no. PO ke dalam sistem, kemudian sistem akan terhubung ke file PO dan file Penerimaan, sehingga komputer akan dapat menampilkan isi dari suatu faktur. Kemudian petugas membandingkannya dengan faktur yang diterima dan membuat beberapa perubahan faktur yang ditampilkan oleh komputer.

2.  Pemrosesan awal data

Semua data yang ada dimasukkan ke dalam sistem, digabungkan, diurut, dan di edit untuk kemudian di validasi.

3.  Pemrosesan lanjut

Jika semua sudah valid dan beberapa perubahan yang perlu sudah dilaksanakan, maka bag. Pembelian memasukkan kode untuk mensahkan PR dan kemudian mencetak PO. Cara yang sama dilakukan pada bag. Penerimaan. Begitu pula bag. Hutang Dagang, disana faktur di cek setelah itu disahkan dengan memasukkan kode tertentu.

4.  Update data

Dalam pemrosessan batch maupun on-line, tiap-tiap kelompok data transaksi dimasukkan kedalam suatu file transaksi.

Untuk dok. PR, PR yang telah disahkan di update ke file inventory (untuk merubah data pada field “barang sedang dipesan”).

Untuk Laporan Penerimaan di update ke file pemasok (untuk melihat kinerja pemasok), dan file inventori (untuk menambahkan jumlah persediaan).

  Sumber :

http://rooswhan.staff.gunadarma.ac.id/

http://sdarsono.staff.gunadarma.ac.id/

Selasa, 18 Oktober 2011

profil Q

Nama : Daroto
Alamat : jl.berlian,Bidaracina
Jatinegara,jakarta timur
Pekerjaan : Mahasiswa
Hoby : Bermain bola
Golongan darah : O
Pendidikan formal : SD N 1 tembelang 1999
SMP N 2 jatibarang 2005
SMK N 3 kota tegal 2008


HARAPAN SETELAH LULUS

Ingin menjadi pengusaha,karena di situlah kita bisa mengembangkan ilmu yang kita dapatkan sesuai kemampuan kita.persaingan kerja yang makin ketat dan minimnya pekerjaan menjadi hambatan bagi orang yang keahlian dan kreatiflah yang tersisihkan,maka dari situlah kita harus mempunyai inspirasi untuk membantu para sesama dan secara tidak langsung kita juga telah membantu program kerja pemerintah dalam mengatasi pengangguran.karna itu merupakan tugas yang mulia,kita harus optimis pada diri kita sendiri kalau kita juga bisa mewujudkan impian kita.kebahagian orang tua telah menunggu kita dalam meraih kesuksesan,sekecil apaun usaha kita pasti ada peluang keberhasilan yg kita jalankan.

Jumat, 06 Mei 2011

sosok jorge lorenzo di moto gp

Berumur 22 tahun Jorge Lorenzo menghubungkan Fiat Yamaha Team pada 2008 sedobel 250cc World Champion, sudah mendapatkan kejuaraan selama dua tahun yang lalu dengan Aprilia. Mengikutinya luar biasa debut tahun, Lorenzo akil baligh pada 2009, menang empat perlombaan dan mendorongnya tim-sobat Valentino Rossi sampai batas sepanjang musim hebat. Musim 2010 melihat Lorenzo menambah keberhasilannya 2009, berkelahi ke muka untuk menguasai musim dan menerima kejuaraan kejuaraan Dunia. Musim 2009 menyaksikan Lorenzo menerima empat kemenangan, berada di atas mimbar sembilan waktu lagi dan hanya hilang ke luar satu kali di ke-17 putaran atas kealifikasi jajaran depan, pameran luar biasa ketetapan. Dia adalah Rossis hanya kejuaraan penantang di setengah terakhir musim dan begitu kesempatan itu hilang dia memusatkan pikiran untuk menjamin jumlah dua tempat, yang dia duly melakukan di Valencia. Ia. Musim 2010 melihatnya mengambil ke atas di mana dia berhenti pada 2009, menerima perjuangan untuk tim-sobat Rossi dari perlombaan pertama. Segera menjadi jelas bahwa Lorenzo adalah laki-laki untuk memukul musim yang lalu, muda Mallorcan berlangsung ke jam ke atas mengesankan sembilan kemenangan perlombaan atas caranya ke mendapatkannya terlebih dulu pernah MotoGP World Championship hak. Dalam melakukan oleh sebab itu dia juga memecahkan rekor untuk jumlah ujung eared pada satu musim, mengumpulkan 383 oleh perlombaan terakhir pada Valencia. Lorenzo dibawa di pulau Balearic Mallorca, Spanyol pada 4 Mei 1987. Dia memulai berkuda sepeda motor di rumah pada umur lembut sebanyak tiga dan dalam bulan-bulan mulai menyukai dua mobil bertanding dalam perlombaan mini-salib pertamanya. Pada 1995, tua delapan, dia mendapatkan hak Balearic dan menyusul bahwa di atas tahun berikutnya dengan mengambil Pulau mini-bersilang, pemeriksaan pengadilan, minimoto dan yunior motocross hak. Es. Lorenzo lulus sampai balapan jalan dan persaingan nasional pada 1997 dan tidak membawanya panjang untuk mengatur, menang Aprilia 50cc Cup pada 1998. 98. Meskipun ada secara resmi terlalu muda, dispensasi istimewa pada 2000 membolehkannya bersaing di Spanish 125cc rentetan pada umur sebanyak 13 dan dia membuat sejarah tahun berikutnya kalau bersaing di Eropa dan menjadi yang paling muda pernah pemenang European 125cc membalap. Anak belasan tahun matang, pernah lagi menunjukkan bahwa ketuaan tidak adalah batas sampai kenaikan cepat di atas pangkat balapan sepeda motor, membuatnya firstforay ke atas tahap dunia dengan Derbi di Grand Prix Spanyol pada Jerez pada 2002, babak ketiga musim. Dia tidak menjangkau umur hukum sebanyak 15 sampai Sabtu dan oleh karena itu merindukan hari pertama latihan tetapi tak diganggu ini dan mengesankan lap rumput kecil utk kuda dengan memenuhi syarat untuk perlombaan, mempererat posisinya di dunia Kejuaraan di seberang jalan musim sewaktu dia sampai ke pegangan dengan kontak. Mallorcan muda mencapai puncak kejayaan musim berikutnya, menangnya terlebih dulu 125cc Grand Prix pada Rio de Janeiro dan lalu terus mendapatkan tiga lagi perlombaan musim berikutnya, selesai keempat pada 2004 dan menerima penghitungan mimbarnya ke sembilan sebelum menciptakan langkah perempat-liter kelas dan pindah ke mesin Honda. Enam cat penutup mimbar dan empat posisi tiang dinya orang baru 250cc musim menyegel kelima di kejuaraan dan, dengan langkah kepada tim pabrik Aprilia, 2006 secara luas diharapkan untuk menjadi tahun menegaskannya. Lorenzo memang melebihi semua dugaan pada 2006, menguasai kelas dengan delapan menang dan sama dengan rekor sepuluh tiang, merebut kejuaraan dunia pertamanya secara meyakinkan. 2007 melihat bagian lain yang sama dan luar biasa sembilan posisi tiang melihatnya menang dari setiap yang tunggal mereka, menuntut kejuaraan dunia keduanya di putaran kedua dari belakang di Sepang. Dia juga menjadi paling berhasil 250cc Spanish penunggang semua waktu di proses. Dia menghubungkan Yamaha pada 2008 dan marah sekali ke atas MotoGP pemandangan dengan posisi tiang luar biasa di putaran membuka di Qatar, terlebih dahulu selesai detik di perlombaan. Posisi tiang kedua dan mimbar lain sekeliling dua membuktikan tidak adalah kebetulan, sebelum dia beralih ke penerimaan luar biasa ketiga tiang dan kemenangan perdana yang patut diterima di perlombaan ketiga pada Estoril. Dia kembali untuk mmbumikan dengan benjolan di Cina, ketika kecelakaan dalam prakteknya melihatnya mengalami patah kedua pergelangan kaki, walaupun dia bertempur di ke finishfourth di perlombaan sebelum kembali dengan mimbar lain lain kali sekitar di Perancis. Bagian tengah musim ialah difficultfor orang Spanyol muda sebagai beberapa kecelakaan lagi meninggalkannya dengan luka lebih lanjut dan keyakinan babak belur, tetapi dia tidak pernah menyerah dan berhasil kembali ke menuntut dua lagi mimbar. Dia selesai musim di keempat posisi sebagai orang baru tahun, debutan yang paling berhasil sejak awal empat-tak era. 2011 MotoGP Championship melihat Juara Dunia memerintah dengan seorang mitra membalap yang baru, 2010 MotoGP Rookie Year Ben Spies. Orang Texas merapat dari theTech3 Yamaha Team untuk bergabung dengan Yamahas Factory Racing pakaian di tawaran untuk kemuliaan. Ry. Seorang peran berwarna-warni, Lorenzo mempunyai kesukaan untuk perayaan post-perlombaan gembira sekali, yang menjadikannya seorang tokoh populer dengan penggemar. -nya nama panggilan X Fuera, adalah sindiran kenya flamboyan di luar mendahului gaya.

Minggu, 01 Mei 2011

Straregi dan Politik Nasional

Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan teia, berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik. Politics memberikan asas, jalan, arah, dan medannya, sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan, dan arah tersebut sebaik-baiknya.

Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan, pembagian, atau alokasi sumber-sumber yang ada.
Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan (policy), dan distribusi atau alokasi sumber daya.

a. Negara
b. Kekuasaaan
c. Pengambilan Keputusan
d. Kebijakan Umum
e. Distribusi

Pengertian Strategi
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.

Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.

Politik dan Strategi Nasional
Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.

Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.

Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.

Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena:
a. Semakin tinggina kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b. Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.
c. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
d. Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru.